Flash news!
Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 02 March 2010
Wacana

Pendidikan Perpustakaan dan Informasi di Persimpangan Jalan
(ISIPII, November 2009)


    Itulah judul seminar yang diadakan oleh ISIPII pada akhir th. 2009. Sebagai  organisasi pofesi yang anggotanya minimal harus sarjana perpustakaan dan/atau sarjana informasi atau dua-duanya, ISIPII merasa gerah. Pertama, mengenai peran pustakawan dan tenaga teknis perpus-takaan (non pustakawan) sebagaimana tercantum dalam UU Perpustakaan no. 43 th. 2007 (baca editorial LSR ed. Januari-Februari) yang kurang jelas atau membingungkan. Kedua, adanya pengga-bungan kantor perpustakaan dan arsip semenjak otonomi daerah, dimana antara keduanya berbeda ranah dan payung. Perpustakaan di Indonesia berpayung  kepada Perpustakaan Nasional, sedang arsip berpayung kepada Arsip Nasional. Kalau pendidikan keperpustakaan di-harapkan menghasilkan pustakawan, sedang pendidikan kearsipan akan menghasilkan arsiparis.
    ISIPII patut prihatin karena keadaan ini makin menimbulkan tidak jelasnya peranan pustakawan masa kini. ISIPII sangat berharap bahwa sarjana-sarjana perpustakaan & informasi masa kini  memiliki leadership dan mampu mena-ngani manajemen perubahan (change management). Sayangnya pendidikan perpustakaan sampai sekarang belum menjawab tantangan kedua hal tersebut di atas. Sebenarnya selain pengajaran kepemimpinan dan manajemen di-perlukan juga pelajaran tentang entre-preneurship atau kewirausahaan. Walau-pun perpustakaan dulunya tidak ada urusan dengan profit tetapi bukankan jaman telah berubah? Sepanjang wira-usaha itu untuk kemaslahatan sumber daya perpustakaan dan tidak ada unsur korupsi dan penipuan, mengapa tidak ?!
    Usia pendidikan perpustakaan di Indonesia sudah cukup lama dan belum mengantisipasi kemajuan dan perubahan jaman. Menurut ISIPII pendidikan perpustakaan di Indonesia belum menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi profesional dan kompetensi perilaku. Mengenai apa saja yang masuk dalam kompetensi perilaku agaknya belum ada standarnya.
Apakah harapan ISIPII tersebut akan terjawab, hanya waktu yang menen-tukan! AS