Flash news!
Beranda arrow Editorial arrow Editorial September
Editorial September Print E-mail
Festival Pembaca Indonesia dan kemampuan membaca

Bagi kebanyakan pembaca LSR, nama situs goodreads (http://www.goodreads.com) ini masih sangat asing. Situs ini menurut kata sumbernya sudah mendunia, bahkan di Indonesia sejak Juni 2007 sudah terbentuk Goodreads Indonesia yang konon sampai saat ini telah mempunyai anggota pembaca 4.200 orang. Goodreads Indonesia pada tanggal 5 Desember akan menyelenggarakan festival pembaca Indonesia (baca situs: http://www.goodreads.com/group/show/345.indonesia atau email:

Goodreads sendiri asalnya dari barat dan seperti halnya facebook, twitter, youtube, mendapat tanggapan yang sangat cepat dari masyarakat kelas atas di Indonesia. Kita sambut datangnya komunitas pembaca ini dengan gembira di tengah masih sangat lesunya kegiatan membaca terprogram di sekolah karena tidak jelas aturannya. Untuk masyarakat yang sudah amat terpelajar budaya membaca dan informasi bacaan online sudah menjadi makanan sehari-hari.

Hal yang kita risaukan saat ini adalah kebisaan atau kemampuan membaca mayoritas masyarakat kita, khususnya yang berada jauh dari kota, lebih-lebih di pulau-pulau terpencil yang untuk mencapainya perlu waktu cukup lama cukup riskan karena moda transportasinya banyak yang jauh dari memadai. Di daerah-daerah yang terpencil Teknologi Informasi dan Komunikasi masih merupakan “barang” yang sangat-sangat mewah. Padahal kemampuan membaca masyarakatnya baru sekedarnya alias belum sampai pada membaca secara serius (chritical thinking reading). Akibatnya “gap” kepintaran antara peserta didik di kota dengan yang di kampung nun jauh di sana sangat besar, padahal UAN di seluruh Indonesia materinya sama. Lalu bagaimana cara Pemerintah cq Kemendiknas menyediakan akses untuk pendidikan yang berkualitas untuk seluruh peserta didik, anak bangsa?!

Persoalan dasar tentang pendidikan di Indonesia sangat rumit. Tetapi semuanya ini harus dimulai dari kemampuan baca-tulis terlebih dulu, dengan digarisbawahi mengenai apa yang dibaca, apa yang ditulis dan apa yang harus ada di mana-mana di antero Indonesia di manapun masyarakat berada.   AS