Flash news!
Beranda arrow Berita Perpustakaan & Buku arrow Semiloka Nasional Perpustakaan Umum
Print E-mail
Tanggal 27 s.d. 29 April 2011, Semiloka Nasional Perpustakaan Umum di Era Otonomi Daerah yang diselenggarakan KPI telah berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional RI dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Acara Semiloka dibuka oleh Bapak Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D (Wakil Mendiknas RI) pada tanggal 28 April 2011 dihadiri oleh lebih dari 100 orang undangan dan peserta dari berbagai perpustakaan dan organisasi di bidang perpustakaan. Beliau mengulas perihal paradigma perpustakaan umum di era otonomi daerah. Pada kesempatan itu Bapak Drs. Bambang Supriyo Utomo, MLS (Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan) juga membacakan sambutan Kepala Perpusnas RI yang berhalangan hadir dan Staf ahli Menteri Bidang Pembangunan & Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri RI, Bapak Dr. Kusnan A. Halim hadir mewakili Mendagri juga membacakan amanat dan sambutan atas nama Mendagri.

Semiloka yang digagas oleh Ketua KPI ini didukung oleh 3 instansi pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan Nasional RI, Perpustakaan Nasional RI dan Kementerian Dalam Negeri RI, dengan melalui  proses lobbying yang gigih. KPI sangat senang atas dukungan tersebut dan untuk seterusnya kami berharap untuk menyampaikan aspirasi masyarakat perpustakaan kepada instansi pemerintah terkait semoga tidak mendapat kesulitan, karena upaya kami tersebut adalah un-tuk kemaslahatan orang banyak.
Tanggal 27 s.d. 29 April 2011, Semiloka Nasional Perpustakaan Umum di Era Otonomi Daerah yang diselenggarakan KPI telah berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional RI dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Acara Semiloka dibuka oleh Bapak Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D (Wakil Mendiknas RI) pada tanggal 28 April 2011 dihadiri oleh lebih dari 100 orang undangan dan peserta dari berbagai perpustakaan dan organisasi di bidang perpustakaan. Beliau mengulas perihal paradigma perpustakaan umum di era otonomi daerah. Pada kesempatan itu Bapak Drs. Bambang Supriyo Utomo, MLS (Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan) juga membacakan sambutan Kepala Perpusnas RI yang berhalangan hadir dan Staf ahli Menteri Bidang Pembangunan & Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri RI, Bapak Dr. Kusnan A. Halim hadir mewakili Mendagri juga membacakan amanat dan sambutan atas nama Mendagri.

Semiloka yang digagas oleh Ketua KPI ini didukung oleh 3 instansi pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan Nasional RI, Perpustakaan Nasional RI dan Kementerian Dalam Negeri RI, dengan melalui  proses lobbying yang gigih. KPI sangat senang atas dukungan tersebut dan untuk seterusnya kami berharap untuk menyampaikan aspirasi masyarakat perpustakaan kepada instansi pemerintah terkait semoga tidak mendapat kesulitan, karena upaya kami tersebut adalah un-tuk kemaslahatan orang banyak.

Semiloka kali ini menghadirkan 4 orang narasumber yaitu Bapak Drs. Wahyu M. Najib, M.Si, Direktur Urusan Pemerintah Daerah II Ditjen Otda Kemendagri, dengan makalah Visi Perpustakaan Umum di daerah dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat; Bapak Bambang Wasito Adi, SH, M.Sc (Direktur Politeknik Media Kreatif Negeri Jakarta, Kemendiknas RI) dengan makalah Enterpreneurship di Perpustakaan Umum: sebuah paradigma; Bapak Drs. Muh. Syarif Bando, MM (Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI) membawakan makalah Perpustakaan Umum yang bukan sekedar perpustakaan; dan yang terakhir Lokakarya ”Mengupayakan kemandirian Perpustakaan Umum” dibawakan oleh Bapak Triyono Prijosoesilo (Dep. Chief Excecutive operations comittee).

Para peserta yang berjumlah + 50 orang dari berbagai Perpustakaan Umum dari 16 provinsi (Sumut, Riau, Bengkulu, Sumsel, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, Kalsel, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, NTT dan Papua) sangat antusias menyimak penyampaian pemakalah juga sambutan dari para pejabat yang bernas/berbobot karena dipersiapkan dengan seksama. Walaupun pada sesi 1 agak terlambat dimulainya karena amanat yang disampaikan para pejabat tidaklah pendek dan bukan sekedar basa basi, tetapi benar-benar penting dan bermanfaat. Jadi tidak ada yang risau karena molornya jam acara pembukaan ini.

Di penghujung acara dibacakan Rangkuman Hasil Semiloka oleh Tim Perumus (Bapak Blasius Sudarsono, MLS, dkk) dan Acara ditutup oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan serta diakhiri dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dengan khidmat bersama-sama. Rupanya peserta sudah kelelahan sehingga tidak sanggup mengikuti acara hiburan hingga selesai. Organ tunggal yang disediakan hanya sesaat dimainkan mengiringi beberapa pengurus KPI bernyanyi dan pem-bagian hadiah doorprize sebagai kenang-kenangan.
Para peserta cukup puas mengikuti Semiloka yang mereka ang-gap cukup sukses ini.

Berikut kami sampaikan Rangkuman hasil Semiloka sebagai rekomendasi yaitu:
  1. Pengembangan dan pengelolaan perpustakaan umum daerah provinsi/kota/kabupaten hendaknya mengikuti peraturan perundang-undangan yang telah ada. Misalnya kepada perpustakaan daerah provinsi/kota/kabupaten harus mempunyai latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi (Undang-undang No.43 th.2007).
  2. Pengembangan dan pengelolaan perpustakaan umum kota/kabupaten/provinsi hendaknya mengikuti perkem-bangan kemajuan dan paradigma baru perpustakaan antara lain aplikasi dari teknologi informasi dan konunikasi, kemampuan kewirausahaan, kemampuan managerial perpustakaan dan lain sebagainya, agar perpustakaan umum dapat menjadi pusat sumber belajar dan keterampilan hidup masyarakat.
  3. Kondisi perpustakaan umum di daerah hendaknya menjadi salah satu kriteria dalam penilaian keberhasilan daerah dan/atau kepala daerah dalam berbagai lomba daerah termasuk dalam memperebutkan Adipura.
  4. Perpustakaan Nasional hendaknya segera menyelesaikan NSPK yaitu Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria untuk perpustakaan umum.
  5. Kepala Perpustakaan umum daerah hendaknya bukan dalam status transit, sedangkan di dalam pengangkatan kepala perpustakaan umum daerah hen-daknya menggunakan sistem karier.
  6. Perlu ada koordinasi antara perpustakaan Nasional, Kemendagri, Kemendiknas, guna menyamakan persepsi mengenai penyelenggaraan perpustakaan umum daerah.
  7. Agar perpustakaan umum daerah dapat menjadi icon yang mampu membingkai wajah budaya daerah hendaknya koleksi perpustakaan, bangunan gedung, lokasi dan kondisi perpustakaan dapat menjadi cerminan budaya daerah setempat, sedang untuk menempatkan SDM perpustakaan, perlu dipertimbangkan kemampuan mereka sebagai “duta-duta baca” selain kemampuan teknis perpustakaan.
  8. Didalam menyusun peraturan-peraturan pelaksanaan dari perundang-undangan yang terkait dengan perpustakaan dan pendidikan hendaknya perhatian kepada perpus-takaan umum sama pentingnya dengan perhatian kepada pendidikan (UU No. 43  tahun 2007; UU No. 32 tahun 2004; UU No. 39 tahun 2008; PP No. 39/28 dan Perpres No. 47/29).
Semoga apa yang didapatkan dalam Semiloka bermanfaat bagi pengembangan perpustakaan umum di  daerah masing-masing.